Artikel & Berita Halal

Perhatikan Gizi Anak Bangsa, Mulai dari Konsumsi Produk Halal 2

enrico
enrico
Camilan mancanegara semakin digemari dan dicari. Salah satunya, Hummus & Pretzels, camilan populer luar negeri yang tidak hanya lezat namun berguna untuk program diet. Bagaimana kehalalannya?  

Camilan dapat meningkatkan suasana hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Camilan mancanegara tak luput menjadi incaran, dewasa ini justru semakin dicari. Sayangnya, kebanyakan camilan mengandung kadar lemak dan gula yang tinggi. Hal ini berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental dalam jangka waktu panjang.

Namun, berbeda dengan camilan lainnya. Hummus dan Pretzels justru memiliki kadar gula rendah dan gizi yang tinggi. Karenanya, camilan yang satu ini dapat menjadi solusi yang tepat bagi seseorang yang berdiet. Camilan ini marak ditemukan di supermarket di kota besar dan dijual bebas di lapak belanja online. 

Hummus merupakan hidangan khas Negeri Syam yang populer sebagai camilan Timur Tengah [1]. Sebagai camilan, Hummus biasa dipasangkan dengan Pretzels bites yang crunchy, kombinasi sempurna antara asin, lembut, dan kenyal yang akan disukai oleh segala kalangan.  

Dilansir dari healthline.com, Pretzels adalah kue populer khas Eropa yang sering dikaitkan dengan Negara Jerman, berbentuk twisted knot atau tiga simpul, berdasarkan legenda, simpul Pretzels klasik ini diciptakan oleh seorang biarawan untuk menggambarkan sepasang lengan yang berdoa. Seiring berjalannya waktu, camilan Hummus dan Pretzels dikembangkan menjadi berbagai variasi bentuk dan topping. 

Camilan Hummus dan Pretzels merupakan sumber energi yang baik. Dilansir dari Halodoc.com, Hummus sendiri memiliki banyak fungsi kesehatan, seperti kandungan zat besi tinggi melancarkan aliran oksigen ke sel darah merah sehingga mencegah dan meredakan penyakit anemia, vitamin K tinggi yang mampu mengencerkan darah sehingga mencegah pembekuan darah, serta kandungan serat yang tinggi untuk membantu sistem pencernaan.  

Bahan Baku dan Proses Pembuatan 

Hummus berupa bubur, saus cocol, atau semacam selai gurih yang dibuat dari chickpea atau kacang arab giling yang dicampur tahini atau wijen yang digiling, minyak zaitun, sari perasan limau, garam, dan bawang putih [1]. Adonan Pretzels dibuat dari tepung terigu, air, gula, ragi, dan ditaburi dengan garam kasar [2].

Proses produksi Pretzels meliputi pencampuran adonan, pembentukan menggunakan ekstruder pada tekanan rendah, pemasakan, dan pemanggangan [3]. Perbedaan utama dari produksi Hard Pretzels dan Soft Pretzels adalah lamanya pemasakan dan pemanggangan hingga menghasilkan jumlah kadar air tertentu di produk akhir.  

Semakin sedikit jumlah kadar air di produk akhir maka semakin panjang masa simpannya. Sebagai camilan yang diharapkan memiliki masa simpan yang panjang sehingga dapat dijual dengan mudah dan aman ke berbagai negara, Pretzels dalam bentuk bites kecil sebagai pendamping Hummus ini biasanya memiliki kadar air yang rendah. 

Bahan Baku dan Proses Pembuatan 

Hummus berupa bubur, saus cocol, atau semacam selai gurih yang dibuat dari chickpea atau kacang arab giling yang dicampur tahini atau wijen yang digiling, minyak zaitun, sari perasan limau, garam, dan bawang putih [1]. Adonan Pretzels dibuat dari tepung terigu, air, gula, ragi, dan ditaburi dengan garam kasar [2].

Proses produksi Pretzels meliputi pencampuran adonan, pembentukan menggunakan ekstruder pada tekanan rendah, pemasakan, dan pemanggangan [3]. Perbedaan utama dari produksi Hard Pretzels dan Soft Pretzels adalah lamanya pemasakan dan pemanggangan hingga menghasilkan jumlah kadar air tertentu di produk akhir.  

Semakin sedikit jumlah kadar air di produk akhir maka semakin panjang masa simpannya. Sebagai camilan yang diharapkan memiliki masa simpan yang panjang sehingga dapat dijual dengan mudah dan aman ke berbagai negara, Pretzels dalam bentuk bites kecil sebagai pendamping Hummus ini biasanya memiliki kadar air yang rendah. 

Bahan Baku dan Proses Pembuatan 

Hummus berupa bubur, saus cocol, atau semacam selai gurih yang dibuat dari chickpea atau kacang arab giling yang dicampur tahini atau wijen yang digiling, minyak zaitun, sari perasan limau, garam, dan bawang putih [1]. Adonan Pretzels dibuat dari tepung terigu, air, gula, ragi, dan ditaburi dengan garam kasar [2].

Proses produksi Pretzels meliputi pencampuran adonan, pembentukan menggunakan ekstruder pada tekanan rendah, pemasakan, dan pemanggangan [3]. Perbedaan utama dari produksi Hard Pretzels dan Soft Pretzels adalah lamanya pemasakan dan pemanggangan hingga menghasilkan jumlah kadar air tertentu di produk akhir.  

Semakin sedikit jumlah kadar air di produk akhir maka semakin panjang masa simpannya. Sebagai camilan yang diharapkan memiliki masa simpan yang panjang sehingga dapat dijual dengan mudah dan aman ke berbagai negara, Pretzels dalam bentuk bites kecil sebagai pendamping Hummus ini biasanya memiliki kadar air yang rendah.